PEMBELAJARAN POLA YANG DIGUNAKAN UNTUK TRANSISI DARI ARITMATIKA KE ALJABAR

*Oleh: Achmad Faruq dan Desi Tri Handayani

Pendahuluan

Aljabar merupakan cabang matematika yang sangat penting dalam membentuk karakter matematika anak, karena dengan aljabar anak dilatih berpikir numerik, kritis, kreatif, bernalar dan berpikir abstrak. Dengan aljabar pula, anak dikenalkan bilangan, variabel dan berbagai simbol matematika yang familier dalam kehidupan sehari-hari (Kusaeri, 2012). Untuk dapat memahami aljabar dengan benar dan mudah, siswa harus lebih dahulu mendapatkan pengetahuan awal yakni tentang aritmatika di MI/SD.

Aritmatika berkaitan dengan angka dan operasi hitung, sedangkan aljabar juga berkaitan dengan angka dan operasi hitung, akan tetapi aljabar lebih fokus pada hubungan antara jumlah dan menggunakan bahasa simbolik atau sering disebut dengan variabel (Warren & Cooper,2003). Contoh pada aritmetika adalah 3 x 4 – 6 = 12 – 6 = 6. Sedangkan contoh pada aljabar adalah 7x + 3x = 10x.

Dalam pembelajaran aritmatika siswa dituntut untuk menguasai kesepakatan-kesepakatan (konvensi) yang merupakan bekal awal anak begitu memasuki jenjang pendidian SMP, yaitu masa transisi dari belajar aritmatika ke aljabar (Krismanto, 2008:9). Kesepakatan-kesepakan tersebut adalah; (Nurharini, D. 2008).

1. Operasi penjumlahan (+) dan pengurangan (–) sama kuat, artinya operasi yang terletak di sebelah kiri dikerjakan terlebih dahulu;

2. Operasi perkalian (x) dan pembagian (:) sama kuat, artinya operasi yang terletak di sebelah kiri dikerjakan terlebih dahulu;

3. Operasi perkalian (x) dan pembagian (:) lebih kuat daripada operasi penjumlahan (+) dan pengurangan (–), artinya operasi perkalian (x) dan pembagian (:) dikerjakan terlebih dahulu daripada operasi penjumlahan (+) dan pengurangan (–).

Transisi ini diyakini melibatkan perpindahan dari pengetahuan yang diperlukan untuk memecahkan persamaan aritmatika (operasi pada atau dengan angka) ke pengetahuan yang diperlukan untuk memecahkan persamaan aljabar (operasi pada atau dengan variabel), dan melibatkan suatu pemetaan standar matematika simbol ke model mental aritmatika (Warren dalam Kusaeri, 2012).

Sewaktu anak berada pada masa transisi aritmatika ke aljabar ini mereka akan mengalami kekagetan berfikir (Kusaeri, 2012). Selain itu, siswa juga akan mengalami kesulitan dalam aljabar. Penyebabnya adalah masalah siswa dalam mengartikan huruf yang menjadi simbol atau variabel pada aljabar. Siswa beranggapan bahwa huruf merupakan objek, bukan mewakili bilangan dan huruf sering dianggap melambangkan satu bilangan tertentu (Booth dalam Kusaeri, 2012:12). Oleh karena itu, guru perlu memberikan perhatian khusus terhadap siswa tentang kesepakatan dan makna lambang/notasi.

Tulisan ini dibuat dengan tujuan untuk menentukan tindakan, kegiatan, pertanyaan, dan percakapan guru yang mendukung pemikiran aljabar awal kelas Sekolah Dasar (SD). Hal yang mendukung dalam pemikiran, penalaran, dan bekerja sistematis pada siswa adalah pola dan aljabar. Pola (Pattern) merupakan fokus utama pada tahap awal dari perkembangan pemikiran aljabar. Pola-pola dalam aljabar dibagi kedalam dua kategori, yaitu pola berulang (repeating pattern) dan pola geometris tumbuh (geometric growing pattern)  (Billings, Tarah, & Lindsey, 1996).

Di awal Sekolah Dasar (SD), siswa lebih banyak membahas tentang pola berulang dan sedikit pembahasan tentang pola geometris tumbuh. Ada tiga alasan utama untuk menjelajahi pola geometris yang tumbuh di kelas sekolah dasar: (1) untuk mengetahui gambaran visual dari pola nomor, (2) sebagai pengantar informal untuk konsep variabel, dan (3) untuk menghasilkan ekspresi setara (Warren & Cooper,2003).

Tujuan khususnya adalah untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi kegiatan yang membantu siswa sekolah dasar membedakan pola berulang dengan pola tumbuh, untuk memperpanjang pola, dan menggunakan tabel nilai, serta menggunakan sistem notasi. Sehingga mereka mulai dapat menjelaskan tentang apa dan bagaimana membedakan pola berulang dari pola tumbuh dan dapat menggunakan notasi abstrak …

selenkapnya bisa di download di link berikut :

http://www.ziddu.com/download/20829595/poladanaljabarmklahsmnar1.doc.html

3 responses

  1. […] banyak guru yang memberikan penjelasan rasional pada siswanya mengapa mereka harus belajar matematika. Hal tersebut menyebabkan banyak siswa yang mempunyai persepsi bahwa belajar matematika itu tidak […]

  2. […] Persegi-persegi atau segitiga-segitiga juga dapat tersusun sama baiknya, tetapi segienam memberikan ruang simpan yang paling luas dengan bahan lilin yang lebih hemat. […]

  3. […] pengajaran, sedangkan pandangan learning as understanding sejalan dengan paradigma pembelajaran. Pola pembelajaran pandangan learning as knowing mengakibatkan siswa mengetahui dan hafal konsep-konsep dan terampil […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: